Pakde Karwo : Pusat Informasi Go Public membuat peluang kapitasi Jatim menjadi lebih efisien

Surabaya (wartasas.com) – Guna memperluas jaringan sekaligus meningkatkan pelayanan yang lebih baik kepada para pelanggan maupun konsumen, Bursa Efek Indonesia (BEI) resmikan kembali Pusat Go Public di kota Surabaya.

Dalam acara peresmian kantor baru sekaligus Pusat Informasi Go Public pada Selasa, 29 Agustus 2017 di Gedung BEI Jalan Taman Ade Irma Suryani Nasution Surabaya, diresmikan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo, didampingi Direktur Pengembangan BEI Nicky Hogan dan Kepala Kantor Regional 4 Jawa Timur OJK Sukamto.

Direktur Pengembangan BEI Nicky Hogan, menjelaskan, bahwa, tujuan didirikannya Pusat Informasi Go Public Surabaya ini adalah untuk memberikan sarana dan kesempatan yang luas kepada perusahaan perusahaan di Indonesia dalam memperoleh informasi teknis tentang apa dan bagaimana go public secara komprehensif, dari mulai manfaatnya, persyaratannya, prosesnya, bagaimana mompersiapkannya, dan sebagainya.

“Kehadiran Pusat Informasi Go Public ini diharapkan memberikan dampak positif berupa kehadiran lebih banyak perusahaan dalam memanfaatkan peluang pendanaan dari pasar modal untuk pengembangan usaha.“ Kata Nicky dalam sambutannya, usai peresmian, Selasa, (29/8/17).

“Seiring meningkatnya minat perusahaan di dalam negeri untuk menjadi perusahaan publik, diharapkan bisa menyemarakkan perdagangan saham di Pasar Modal Indonesia. Dengan demikian Pasar Modal Indonesia dapat menjadi cerminan maupun tolak ukur bagi kemajuan porekonomian Indonesia,” tambahnya.

Agar semakin banyak perusahaan memanfaatkan peluang memperoleh pendanaan, Bursa Efek Indonesia (BEI) terus fokus melakukan kegiatan edukasi dan sosialisasi kepada kalangan dunia usaha di seluruh Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo menyampaikan, bahwa dibukanya Pusat Informasi Go Public ,Bursa Efek Indonesia, akan mampu memperluas potensi ekonomi Jatim. Sebab keberadaan pusat informasi sekaligus konsultasi tersebut bisa memberi solusi bagi perusahaan yang ingin menambah modal untuk pengembangan usahanya.

“Pusat Informasi Go Public ini akan membuat peluang kapitasi Jatim menjadi lebih efisien, karena selain perusahaannya mendapat fresh money dari pasar modal pengelolaannya juga akan semakin profesional,” terang Pakde karwo sapaan akrab Gubernur Jatim.

“Sedangkan, posisi Jatim sebagai hubungan Indonesia timur memang membutuhkan pembiayaan besar, tapi juga merupakan peluang jika bisa dimaksimalkan apalagi pasarnya mencapai hampir 120 juta orang,” papar orang nomor satu di Jawa Timur.

Menurut Pakde Karwo, saat ini uang yang beredar di Jatim mencapai Rp. 500 trilyun, namun ada sekitar Rp. 360 trilyun uang yang ada di masyarakat belum masuk pada industri jasa keuangan. Oleh sebab itu sosialisasi harus gencar dilakukan utamanya lewat Baitul Maal wa Tamwil (BMT), karena jumlah ponpes di Jatim mencapai 7 ribu. (Tls)