Kunjungan Wisatawan Mancanegara di Jatim Mengalami Penurunan Hingga 14,57 persen

Surabaya (wartasas.com) – Kunjungan wisatawan di Jawa Timur dalam kurun waktu tiga tahun terakhir terus mengalami peningkatan. Hal tersebut disebabkan banyaknya objek wisata baru yang menarik untuk dikunjungi di Jawa Tiimur.

Dalam Berita Resmi Statistik (BRS) yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, Kepala BPS Jatim Teguh Pramono menyampaikan, bahwa, dalam kurun waktu tiga tahun terakhir wisatawan berkunjung ke Jawa timur mengalami peningkatan.

“Namun, tidak untuk tahun 2017 tepatnya dibulan Oktober. Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Jawa Timur pada bulan Oktober 2017 mengalami penurunan hingga mencapai 14,57 persen,” kata Teguh dalam Berita Resmi Statistik, Senin, (04/12/17).

“Penurunan mencapai 19.285 kunjungan yang berarti turun sebesar 14,57 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang mencapai 22.575 kunjungan. Namun dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, jumlah wisman yang datang ke Jawa Timur pada bulan Oktober tahun ini hanya sedikit mengalami penurunan, yaitu turun sebesar 1.756 kunjungan,” tambahnya.

Menurut Kepala BPS Jatim, secara umum, pola kedatangan wisatawan mancanegara ke Provinsi Jawa Timur selama Januari-Oktober pada tahun 2017 sama dengan pola tahun 2015, namun sedikit berbeda dengan pola tahun 2016.

“Pada tahun 2015 dan 2017, kunjungan wisman pada terbanyak terjadi pada bulan Agustus yang kemudian terus menurun pada dua bulan berikutnya. Berbeda dengan tahun 2016, dimana kunjung wisman terbanyak justru terjadi pada bulan Oktober,” terang Teguh.

Sepuluh Negara asal wisatawan mancanegara terbanyak yang mendominasi kunjungan ke Provinsi Jawa Timur yaitu Malaysia, Singapura, Tiongkok, Thailand, Taiwan, India, Jepang, Amerika Serikat, Hongkong, dan Korea Selatan. Wisatawan mancanegara dari 10 negara tersebut mencakup adalah 54,31 persen dari total kedatangan wisman.

Dari sepuluh negara tersebut, wisatawan mancanegara berkebangsaan Malaysia menempati posisi tertinggi, yaitu sebesar 19,54 persen dari total kunjungan ke Provinsi Jawa Timur. Di posisi kedua dan ketiga adalah wisatawan mancanegara berkebangsaan Singapura 9,66 persen dan Tiongkok 6,75 persen,” paparnya.

Dibandingkan dengan bulan September, kunjungan wisatawan mancanegara dari sepuluh negara tersebut sebagian mengalami penurunan pada bulan Oktober. Wisman dari Thailand mengalami kenaikan tertinggi sebesar 23,57 persen, sedangkan kunjungan wisman dari Amerika Serikat mengalami penurunan terendah sebesar 26,08 persen.

Bila dilihat secara kumulatif, kunjungan wisman ke Jawa Timur selama Januari sampai Oktober 2017 dari Korea Selatan justru mengalami kenaikan tertinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (17,18 persen).

“Sedangkan kunjungan wisman dari Tiongkok mengalami penurunan terendah sebesar 4,85 persen,” ungkapnya.

Hal ini menunjukkan pasar Thailand dan Korea Selatan adalah pasar potensi untuk lebih meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Provinsi Jawa Timur. (Tls)