Jatim Menjadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Surabaya (wartasas.com) – Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada Triwulan III 2016 sebesar 5,61% tercatat lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,02%. Di tengah ketidakpastian dan perlambatan ekonomi dunia, Jawa Timur mampu menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi nasional.

Dalam agenda tahunan, OJK (Otoritas Jasa Keuangan) menggelar acara Annual Financial  Executive Gathering (AFEG) 2017 yaitu, pertemuan pelaku Industry Jasa Keuangan, guna membahas stabilitas sektor jasa keuangan dan membangun optimisme untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Acara yang digelar, Selasa, 17 Januari 2017, di Hotel JW Marriot Surabaya dihadiri, Gubernur Jatim Soekarwo, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Nelson Tampubolon dan Kepala OJK Regional 4 Sukamto.

Kepala OJK Regional 4 Sukamto  dalam presscon menjelaskan terkait kondisi perekonomian secara umum dan kinerja sektor jasa keuangan Jawa Timur sekaligus melaporkan kegiatan terkait pelaksanaan tugas, peran dan fungsi kantor OJK Regional 4 Jawa Timur selama 1 tahun terakhir.

“Data statistik menunjukan tingkat kepercayaan masyarakat Jawa Timur terhadap perbankan syariah mengalami peningkatan, hal tersebut tercermin dari pertumbuhan DPK pada tahun 2016 yang mencapai sebesar 10 ,69%, jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan tahun 2015 yang sebesar 4,03%.” Ucap Sukamto saat gelar presscon, Selasa, (17/1/17).

“Namun demikian, pertumbuhan pembiayaan cenderung melambat akibat pengaruh dari perlambatan ekonomi global, dimana pada tahun 2016 pembiayaan perbankan syariah tercatat hanya tumbuh sebesar 8,62%, Iebih rendah dibandingkan pertumbuhan tahun 2015 yang sebesar 10,13°o,” tambahnya.

Dikesempatan yang sama Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Nelson Tampubolon mengatakan, untuk wilayah Jawa, pertumbuhan Jawa Timur tercatat tertinggi ketiga setelah DKI Jakarta dan Jawa Barat. Pertumbuhan ekonomi yang positif tersebut berdampak terhadap penurunan tingkat kemiskinan dari sebesar 12,28% menjadi 1 1,8 5° 6, dengan kecenderungan yang terus menurun selama 5 tahun terakhir.

“Dengan tantangan perekonomian yang ada, stabilitas sektor jasa keuangan pada tahun 2016 masih tetap terjaga baik pada tingkat nasional maupun Jawa Timur. Stabilitas tersebut antara lain tercermin dari CAR perbankan di Jawa Timur sebesar 24,1196, NPL sebesar 2,86%, dan LDR sebesar 87,58%,” kata Nelson.

“Kondisi tersebut tentunya dapat terwujud berkat komitmen, kerja keras serta dukungan yang diberikan oleh pemerintah, industri jasa keuangan, dan pelaku usaha,” terangnya.

Kedepan, industri jasa keuangan diharapkan tidak hanya berfokus pada pertumbuhan semata namun juga lebih kontributif, inklusif, dan partisipatif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, meningkatkan daya beli masyarakat, dan mendorong distribusi pendapatan yang lebih merata.

Pada tahun 2017, program-program yang telah OJK gagas bersama dengan Pemerintah, Industri Jasa Keuangan dan Bank Indonesia akan lebih dioptimalkan, diantaranya melanjutkan dukungan program tax amnesty, meningkatkan pembiayaan pada sektor prioritas, memperluas dan mempermudah akses keuangan melalui program LAKU PANDAI, Simpel, KUR, JARING, dan TPAKD. (Tls)

Add a Comment