Jatim Gerbang Pintu Ekonomi Wilayah Timur Indonesia

Surabaya (Warta Sas) – Dalam rangka mengawal percepatan implementasi sinergi kerjasama dan konektivitas antar daerah di Jawa Timur, Gubernur Jawa Timur Dr H Soekarwo menandatangani kesepakatan bersama 16 (enam belas) Bupati/Walikota.

 Penandatanganan Kesepakatan Bersama dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Jawa Timur, pada Rabu, 16 November 2016 lalu di Gedung Bank Indonesia (BI) Surabaya.

Acara yang melibatkan 37 TPID Kabupaten/Kota di wilayah Jawa Timur ini mengusung tema ‘Inovasi Program Stabilisasi Harga Dalam Rangka Penguatan Konektivitas Antardaerah’. Tujuannya yaitu untuk menyelaraskan langkah seluruh TPID se-Jawa Timur dalam rangka mendorong terjaganya stabilitas harga di Jawa Timur.

3

Menurut Soekarwo, dengan sinergi kerjasama antardaerah, diharapkan semakin memperkuat peran pemerintah dalam mengelola kesinambungan pasokan komoditas pangan strategis di Jawa Timur. Sehingga bisa mendorong terwujudnya tata niaga pangan yang efisien guna menjaga stabilitas harga baik di level produsen dan konsumen.

Pemprov Jatim akan terus mendorong keterlibatan perbankan dalam upaya peningkatan investasi daerah melalui optimalisasi penyaluran kredit dengan prinsip kehati-hatian.” Ucap Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim.

Obyek kesepakatan bersama tersebut meliputi Pengembangan Ekonomi Daerah, Pengendali Inflasi Daerah, Pengembangan Produk Unggulan Daerah, dan Bidang-bidang lain yang disepakati Bersama.

2

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Timur, Benny Siswanto, mengapresiasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Jatim yang telah menyelenggarakan Rapat Koordinasi Wilayah TPID se-Jatim.

Berdasarkan perkembangan, inflasi Jawa Timur sampai dengan bulan Oktober 2016 masih relatif terkendali. Relatif terjaganya harga komoditas pangan. Beberapa komoditas yang harganya dipengaruhi kebijakan pemerintah (administered price) menopang terkendalinya inflasi Jawa Timur sampai dengan saat ini,” kata Benny.

“Meskipun sampai dengan saat ini pencapaian inflasi Jawa Timur masih relatif terkendali, namun perlu kita waspadai berbagai tantangan inflasi yang semakin kompleks terutama di tengah arus perdagangan bebas yang menyebabkan semakin banyaknya faktor yang dapat mempengaruhi harga,” tambahnya.

Jawa Timur sebagai gerbang pintu ekonomi wilayah timur Indonesia, sehingga daerah – daerah perlu terus menggali keunggulan lokal dari berbagai sektor untuk diangkat dalam menopang pertumbuhan ekonomi. (Tls)

Add a Comment