Izin Usaha BPR Dhasatra Artha Sempurna Sidoarjo Dicabut

Surabaya (wartasas.com) – PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Dhasatra Artha Sempurna di Jalan Anggrek VI Deltasari Indah, Sidoarjo, izin usaha telah dicabut oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dikarenakan kinerja keuangannya tidak memenuhi standar sesuai ketentuan yang berlaku.

Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan Dani Surya Sinaga mengatakan, izin usaha BPR Dhasatra Artha Sempurna dicabut karena telah mengalami kesalahan pengeloIaan manajemen, sehingga terhitung sejak Jumat 3 Februari 2017 izin usahanya dicabut.

“Pencabutan dilakukan melalui Keputusan Dewan Komisioner (KDK) Nomor 6/KDK.03/2017 tentang Pencabutan Izin Usaha PT Bank Perkreditan Rakyat Dhasatra Artha Sempurna.” Kata Dani.

“Sebelum dilakukan pencabutan izin usaha, kami juga memberikan status pengawasan khusus sejak tanggal 19 Juli 2016, dan diberi kesempatan selama 180 hari sesuai ketentuan berlaku,” tambahnya.

Namun, hingga sampai batas waktu tanggaI 16 Januari 2017 tidak ada upaya penyehatan yang nyata, sehingga diputuskan pencabutan izin usaha bank tersebut.

BPR Dhasatra Artha Sempurna tidak dapat memperbaiki kondisinya untuk keluar dari status bank dalam pengawasan khusus yang harus memiliki rasio Kewajiban Pemenuhan Modal Minimum (KPMM) sebesar 4 persen dan rata-rata Cash Ratio dalam 6 bulan terakhir minimum sebesar 3 persen.

Usai pencabutan izin usah,a selanjutnya Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) akan menjalankan fungsi penjaminan dan melakukan proses likuidasi.

Hal tersebut sesuai Undang-undang No 24 Tahun 2004 Tentang Lembaga Penjamin Simpanan sebagaimana diubah dengan Undang-Undang NO.7 Tahun 2009,” terang dani.

Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan juga menghimbau kepada para nasabah BPR Dhasatra Artha Sempurna untuk tetap tenang dan tidak terpancing melakukan hal hal yang tidak diinginkan, sehingga tidak menghambat proses pelaksanaan penjaminan dan likuidasi oIeh LPS.

“Kami pastikan, semua prosesnya akan berjalan aman,” pungkasnya. (Tls)

 

 

 

 

Add a Comment