Inflasi Tertinggi di Jawa timur Terjadi di Kota Surabaya Mencapai 0,85 Persen

Surabaya (wartasas.com) – Selama bulan Desember 2017, inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) terjadi di seluruh kota yang ada di Jawa Timur. Namun, Inflasi tertinggi terjadi di Kota Surabaya yang mencapai 0,85 persen.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur dalam kesempatan press realese yang digelar pada Selasa, 02 Januari 2018 di Kantor BPS Jawa Timur.

Kepala BPS Provinsi Jawa Timur Teguh Pramono menyampaikan, bahwa, terjadi inflasi 0,71 persen pada Desember 2017. Sedangkan, untuk laju inflasi tahun kalender dan Year on Year Jawa Timur di bulan Desember 2017 mencapai 4,04 persen, dimana angka tersebut jauh lebih tinggi dari inflasi tahun kalender dan Desember 2016 yang hanya sebesar 2,74 persen.

“Kota Surabaya mengalami inflasi tertinggi yang mencapai 0,85 persen, disusul oleh Probolinggo 0,69 persen, Jember 0,66 persen, Banyuwangi 0,60 persen, Malang 0,49 persen, Madiun 0,47 persen, Kediri dan Sumenep 0,43 persen,” kata Teguh dalam press realese Selasa, (02/01/18)

“Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya seluruh indeks kelompok pengeluaran, seperti kelompok bahan makanan sebesar 2,69 persen. Lalu ada tansportasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,67 persen, kesehatan 0,27 persen, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga 0,20 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,14 persen,” tambahnya.

Sedangkan masih menurut Teguh, kelompok terendah ialah kelompok Perumahan, diantaranya air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,02 persen. Ada tiga komoditas utama yang memiliki andil yang cukup signifikan untuk mendorong terjadinya inflasi di bulan Desember 2017, seperti beras, telur ayam ras, dan daging ayam ras.

“Harga beberapa bahan pokok mulai merangkak naik, harga beras yang masih terus naik menjadi faktor utama terjadinya inflasi dikarenakan ada perayaan Natal dan tahun baru,” terangnya.

Disamping beras ada komoditas lain yang mengalami kenaikan cukup tinggi diantaranya telur ayam ras dan daging ayam. Komoditas tersebut menjadi trend musiman setiap tahun, yang memiliki kecenderungan untuk mengalami kenaikan harga di setiap akhir tahun. (Tls)