Industri Jasa Keuangan Terus Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi di Tahun 2018

Surabaya (wartasas.com) – Dalam rapat tahunan Industri Jasa Keuangan yang diselenggarakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 4 Jawa Timur sebagai komitmen meningkatkan peran sektor jasa keuangan dalam memacu pertumbuhan dengan tetap menjaga kesinambungan dalam menjaga stabilitas sistem keuangan.

Pertemuan tahunan Industri Jasa Keuangan yang diselenggarakan pada Selasa, 30 Januari 2018 di Hotel Bumi Surabaya dihadiri oleh oleh Gubemur Jawa Timur, Soekarwo, Kepala Eksekutif Pengawas lndustri Keuangan Non Bank (IKNB), Riswinandi, Kepala OJK Regional 4 Jawa Timur, Heru Cahyono, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah IV Jatim Difi Ahmad Johansyah, dan Anggota Komisi XI DPR RI Indah Kurnia.

Dalam sambutannya, Kepala Eksekutif Pengawas IKNB, Riswinandi, menyampaikan, bahwa, pertemuan ini merupakan momentum yang tepat untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah kondisi makroekonomi dan sektor jasa keuangan yang kondusif.

”Kami yakin sektor jasa keuangan mampu mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi tahun 2018 sebesar 5.4%. Hal ini didukung oleh solidnya indikator sektor jasa keuangan baik dari sisi pemodalan dan likuiditas, maupun tingkat risiko yang terkendali,” kata Riswinandi dalam sambutannya, Selasa, (30/01/18).

Ditempat yang sama, Kepala OJK Regional 4 Jawa Timur, Heru Cahyono juga memaparkan kondisi perekonomian dan kinerja sektor jasa keuangan Jawa Timur sekaligus melaporkan kegiatan kegiatan terkait pelaksanaan tugas, peran, dan fungsi Kantor OJK Regional 4 Jawa Timur selama l (satu) tahun terakhir.

“Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada tahun 2017 sebesar 5,16% lebih tinggi dibandingkan Nasional sebesar 5,06%. Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur, sektor jasa keuangan juga menunjukan kinerja yang positif,” terang Heru.

“Industri Pasar Modal Jawa Timur selama tahun 2017 juga menunjukkan kinerja yang positif tercermin dari peningkatan signifikan jumlah dana yang dihimpun di pasar modal sebesar 853 miliar atau tumbuh 360.2%,” imbuhnya.

Peningkatan tersebut bersumber dari penawaran umum perdana 4 Emiten. yang merupakan jumlah penawaran umum terbanyak kedua setelah DKI Jakarta. Selain itu, jumlah investor pasar modal Jawa Timur meningkat 15,94% menjadi 76.381 Single Investor Identification (SID).

Dalam menjalankan fungsi Edukasi dan Perlindungan Konsumen, OJK KR 4 Jawa Timur telah melayani 1.044 pengaduan nasabah dan seluruhnya telah ditindaklanjuti. Selain itu, OJK KR 4 juga telah melakukan 55 kegiatan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, baik pada kelompok profesi, pegawai, UMKM, pelajar dan akademisi dengan jumlah peserta mencapai
10.000 orang.

Sebagai upaya pencegahan kegiatan investasi ilegal yang merugikan masyarakat,  bekerja sama dengan Kepolisian Daerah, Kejaksaan Tinggi, Kanwil Kementrian Agama, Biro Administrasi Perekonomian, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Kominfo, Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu yang tergabung dalam Tim Kerja Satuan Tugas Waspada Investasi Jawa Timur.

Sedangkan, Gubenur Jatim Dr. H. Soekarwo memaparkan penerapan ekonomi digital sebagai solusi untuk meningkatkan daya saing nasional yang bisa diterapkan pada proses produksi, pembiayaan dan pasar.

“Pemanfaatan era ekonomi digital ini tidak hanya untuk proses trading, namun juga untuk segitiga proses yang penting dalam peningkatan ekonomi, yakni produksi, pembiayaan dan pasar,” ungkap Pakde Karwo sapaan akrab Gubenur Jatim.

Diterangkan juga, keberadaan ekonomi digital mempermudah dan mempercepat transaksi di sisi produsen dan konsumen. Namun demikian, proses checking harus tetap dilakukan khususnya untuk produk agro baik di sisi kualitas, taste hingga pengemasan.

Dalam mendukung ekonomi digital ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga telah mengeluarkan aturan tentang financial technology/fintech. Saat ini, semua proses industri sudah kita dorong kesana, dan tentunya bukan hanya di bidang trader,” pungkasnya. (Tls)