GSHP Merupakan Bukti, Perekonomian Jatim Terus Berjalan Baik dan Stabil

Buduran (wartasas.com) – Perekonomian di Jawa Timur akan terus berjalan baik dan stabil menjelang bulan suci Ramadhan 2018. Meskipun, baru baru ini di Kota Surabaya terjadi gejolak teror bom yang semapt meresahkan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh asisten 2 bidang perekonomian dan pembangunan Pemprov Jatim DR.H. Fattah Yasin didampingi Kepala Divre Bulog Jatim, Muhammad Hasyim usai pelepasan secara simbolis Gerakan Stabilisasi Harga Pangan (GSHP) pada Selasa, 15 Mei 2018 di Kantor Perum Bulog Subdivre Surabaya Utara di Buduran, Sidoarjo.

Dalam sambutannya, DR.H. Fattah Yasin menyampaikan bahwa, pemberangkatan Gerakan Stabilisasi Harga Pangan (GSHP) merupakan bukti bahwa, perekonomian Jatim tidak terpengaruh oleh adanya peledakan bom di Surabaya.

“Hal Ini juga dilakukan sebagai jaminan tidak akan adanya gejolak harga Bulog Divre Jatim. Sekaligus, upaya menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok di Jawa Timut,” kata Yasin usai melakukan pelepasan GSHP di Perum Bulog Subdivre Surabaya Utara di Buduran, Selasa, 915/05/18).

DR.H. Fattah Yasin menghimbau kepada masyarakat untuk tidak khawatir akan kebutuhan pokok menjelang lebaran. Karena, Pemprov Jatim menegaskan bahwa, stok sembako di Jatim hingga 10 bulan kedepan terpenuhi.

“Jadi, masyarakat tidak perlu lagi melakukan penimbunan bahan pokok atau sembako menjelang lebaran,” tambahnya.

Ditempat yang sama, Kepala Divre Bulog Jatim, Muhammad Hasyim menyampaikan, saat ini GSHP dilaksanakan di 20 titik pasar tradisional, 179 outlet RPK, 5 BUMN, 20 lokasi depan gudang/kantor Subdivre Bulog dan 23 lokasi lainnya.

“Hari ini Selasa, (15/05) GSHP ditujukan untuk 6 pasar di kota Surabaya (Pasar Tambakrejo, Keputran, Genteng, Pucang Anom) dan pasar di Sidoarjo (Pasar Larangan dan Sukodono),” terang Hasyim.

Komoditi yang disediakan terutama beras baik medium maupun premium, gula pasir, minyak goreng dan terigu. Namun juga dapat menyediakan pangan pokok lainnya sesuai kebutuhan dan permintaan pasar.

Stok komoditas pangan yang dikuasai oleh Perum Bulog saat ini sangat cukup, yaitu beras 227.462 ton, terigu 104.520 kg, minyak goreng 768.058 liter dan gula pasir 25.762 ton.
Saat ini Perum BULOG Divre Jatim juga tetap melaksanakan kegiatan move (pengiriman) baik beras maupun gula pasir ke 16 wilayah provinsi lain yang defisit.

“Sejak bulan Januari 2018 sampai dengan saat ini, jumlah yang telah dikirim ke wilayah provinsi lain yaitu beras 63. 250 ton, gula pasir 7.536 ton, dan minyak goreng 813.600 liter,” ungkapnya.

Hasil pantauan baik Siskaperbapo maupun data BPS, harga pangan pokok saat ini relatif stabil dengan pasokan yg masih normal. Namun demikian upaya stabilisasi harga pangan pokok tetap dilakukan sebagai upaya prefentif dan antisipatif. Stok komoditas pangan yang dikuasai oleh Perum Bulog saat ini sangat cukup, yaitu beras 227.462 ton, terigu 104.520 kg, minyak goreng 768.058 liter dan gula pasir 25.762 ton.

Saat ini Perum Bulog Divre Jatim juga tetap melaksanakan kegiatan move (pengiriman) baik beras maupun gula pasir ke 16 wilayah provinsi lain yang defisit. Sejak bulan Januari 2018 sampai dengan saat ini, jumlah yang telah dikirim ke wilayah provinsi lain yaitu beras 63. 250 ton, gula pasir 7.536 ton, dan minyak goreng 813.600 liter. (Tls)