Elpiji Nusagaz, Siap Ramaikan Pasar Elpiji di Indonesia

Surabaya (wartasas.com) – Bisnis elpiji atau Liquefied Petroleum Gas (LPG) di Indonesia yang masih dominan dikuasai oleh Pertamina, kini akan kedatangan pendatang baru yang mungkin akan menjadi pilihan masyarakat. PT Sierra Nusa Gas yang merupakan perusahaan afiliasi PT Vivo Energy Indonesia siap meluncurkan produk baru elpiji bernama Nusagaz.

Dalam acara softopening yang dilakukan di kota Surabaya pada Kamis, 30 Nopember 2017, PT Sierra Nusa Gas akan meluncurkan produk elpiji Nusagaz terbarunya dengan diresmikan oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf mengatakan, bahwa, boleh saja produk elpiji baru muncul namun, diharapkan kemunculan produk elpiji Nusagaz tersebut mampu membantu dan meringankan masyarakat luas.

“Jangan sampai keberadaan elpiji Nusagaz hanya datang sementara, namun pas pada waktu masyarakat membutuhkan, elpiji Nusagaz sulit diperoleh,” kata Gus Ipul sapaan akrab Wagub Jatim dalam acara softopening elpiji Nusagaz di Surabaya, Kamis, (30/11/17).

“Semoga, ini merupakan salah satu cara inovatif untuk mengurangi subsidi yang diberikan oleh pemerintah,” tambahnya.

PT Sierra Nusa Gas akan meluncurkan elpiji terbaru tersebut pada awal bulan maret 2018 secara serentak di Indonesia. Elpiji milik Vivo akan dinamakan Nusagas berwarna tabung jingga, dengan ukuran 4,5 Kg, 8 kg, 15 kg dan 60 kg.

Dalam kesempatan yang sama, Corporate Communication Vivo Energy Indonesia Maldi Al-Jufrie menyampaikan, penjualan tabung gas ke konsumen akan dilakukan sebelum triwulan I tahun 2018 atau 31 Maret 2018. Ini karena masih menungggu kesiapan perizinan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

“Untuk tahap awal penjualan akan dilakukan di Jawa bagian Timur. Sistem penjualan akan melalui sistem toko ke toko. Sedangkan,  untuk harga per tabung untuk 4,5 kg sampai ke konsumen akhir yakni Rp 25.500, 8 kg sebesar Rp 56.000, 15 kg mencapai Rp 110 ribu dan 60 kg dijual Rp 460 ribu,” terang Maldi.

“Produk Nusagas ini memiliki spesifikasi elpiji, 80% propane dan 20% butane. Sedangkan elpiji yang ada saat ini komposisi propane sebesar 42% dan butane 58%,” tambahnya.

Masih menurut Maldi, dengan komposisi tersebut, kualitas elpiji bisa lebih bagus. Elpiji Nusagaz sudah dilakukan tes di Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi (Lemigas). Produk Nusagas tersebut telah melalui uji tabung serta keamanan berkali-kali. Tingkat panas yang dihasilkan juga memiliki kualitas yang baik.

“Nantinya, elpiji tersebut akan dijual dengan harga yang lebih murah dibanding elpiji milik PT Pertamina,” ungkapnya. (Tls)