Ekspor Jatim di Januari 2018 Mengalami Kenaikan Hingga 3,90 Persen

Surabaya (wartasas.com) – Tingginya kenaikan ekspor pada komoditi non migas, mendongkrak nilai ekspor Jawa Timur di Bulan Januari 2018 hingga sebesar 3,90 persen atau 1,61 miliar dollar AS dibandingkan Desember 2017 sebesar 1,55 miliar dollar AS.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala (BPS) Jawa Timur, Teguh Pramono dalam press realese yang digelar Kamis, 15 Januari 2018 di Kantor BPS Jawa Timur Surabaya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, Teguh Pramono menyampaikan bahwa, kenaikan ekspor Jawa Timur pada Januari 2018 merupakan awal yang baik untuk terus meningkatkan perdagangan luar negeri dari bulan ke bulan selanjutnya pada 2018.

“Jika dibandingkan bulan sebelumnya, ekspor komoditi non migas juga mengalami kenaikan, yaitu dari 1,42 miliar dollar AS pada Desember 2017 menjadi 1,57 miliar dollar AS pada Januari 2018 atau naik 10,45 persen,” kata Teguh dalam press realese di Kantor BPS Jatim, Kamis, (15/02/18).

“Nilai ekspor non migas tersebut menyumbang sebesar 97,28 persen dari total ekspor bulan Januari 2018,” tambahnya.

Masih menurut penuturan Teguh, sebaliknya terjadi pada komoditi migas yang turun 66,72 persen pada Januari dibandingkan bulan sebelumnya. Ekspor migas turun menjadi 43,86 juta dollar AS pada Januari 2018, setelah bulan sebelumnya mencapai 131,76 juta dollar AS.

“Komoditi migas ini mencakup 2,72 persen dari total ekspor Jawa Timur pada Januari 2018. Komoditas utama ekspor non migas Januari 2018 adalah Perhiasan/Permata sebesar 275,53 juta dollar AS, diikuti Kayu, Barang dari Kayu sebesar 113,34 juta dollar AS serta Tembaga sebesar 99,53 juta dollar AS,” terang Teguh.

Negara penerima barang ekspor non migas terbesar dari Jawa Timur selama Januari 2018 adalah Jepang dengan nilai  0,26 miliar dollar AS atau 16,77 persen dari total ekspor, Amerika Serikat 0,21 miliar dollar AS  13,47 persen dan Tiongkok sebesar 0,10 miliar dollar AS 6,74 persen. (Tls)