Demi Keamanan Bersama, Pengamanan Pelabuhan PT TPS Diperketat

Surabaya (wartasas.com) – Mengantisipasi situasi yang kurang kondusif serta sesuai intruksi Polda Jatim yang diberlakukannya status Siaga 1 akibat kejadian Bom Bunuh diri yang telah  terjadi secara berturut-turut di Kota Surabaya pada Minggu dan Senin, 13-14 Mei 2018, Manajemen PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) juga melakukan tindakan tegas untuk mengamankan Pelabuhan.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kahumas TPS, M. Solech dalam press rilis yang disampaikan pada Kamis, 17 Mei 2018 di Kantor TPS Tanjung Perak Surabaya.

Dalam rilisnya, M. Solech menyampaikan bahwa, tindakan pengamanan secara ketat baik barang maupun orang yang diberlakukan oleh PT TPS semata mata demi keamanan bersama.

“TPS termasuk salah satu objek vital yang perlu dijaga dan dipastikan kualitas keamanannya. Pengecekan yang ketat akan dilakukan sesuai aturan keselamatan dan keamanan yang berlaku, baik pengecekan terhadap orang maupun barang,” kata Solech saat dijumpai di Kantor PT TPS, Kamis, (17/05/18).

Dalam pengamanan tersebut, TPS telah mempersiapkan petugas Port Security yang telah standby di depan gate masuk pelabuhan, dimana pengamanan telah dilakukan mulai dari pemeriksaan kendaraan dengan metal detector dan membuka setiap bagasi kendaraan yang akan masuk.

“Pada saat hendak memasuki wilayah area parkir pun petugas kembali melakukan pengecekan pada setiap kendaraan. Bukan hanya di depan gate masuk pelabuhan dan area parkir, pemeriksaan juga dilakukan diseluruh gate, baik itu gate impor, ekspor maupun domestic,” terang Solech.

Antisipasi keamanan di TPS dilakukan selama 2 minggu kedepan dan tidak menutup kemungkinan akan diperpanjang apabila masih diperlukan.

“Kami juga telah mempersiapkan posko pengamanan di depan gedung, setiap shift ada 4 personel Angkatan Laut yang turut melakukan pengamanan. Selain berkoordinasi dengan Angkata Laut, Kami juga berkoordinasi dengan pihak Kepolisian,” tegasnya.

Dengan adanya kejadian pengeboman yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut, meskipun sempat membuat masyarakat resah namun tidak berpengaruh pada pelayanan dan aktivitas di TPS, seluruh kegiatan tetap berjalan normal seperti biasanya. (Tls)