BI Dukung Pembentukan BUMD Pangan di Jatim

Surabaya (wartasas.com) – Guna memperkuat ketahanan pangan sekaligus menekan angka inflasi di Jawa Timur, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Timur yang baru, Difi Ahmad Johansyah langsung mengambil langkah cepat.

Dalam acara jumpa pers, Rabu, 25 Januari 2017, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Timur yang baru, Difi Ahmad Johansyah menyampaikan langkah langkah BI dalam menekan angka inflasi di Jawa Timur.

Turut hadir dalam jumpa pers, Kepala Grup Advisory dan Pengembangan Ekonomi, Syarifuddin Bassara, Kepala Divisi Advisory Ekonomi dan Keuangan, Taufik Saleh dan Kepala Divisi Pengembangan Ekonomi, Dery Rossianto.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Timur yang baru, Difi Ahmad Johansyah, mengatakan, bahwa dengan adanya BUMD Pangan, maka petani bisa semakin tertarik bertani karena produksi dengan harga yang terjamin ditampung BUMD.

“BI akan mendukung Jatim untuk memiliki BUMD Pangan guna mengontrol harga produk pertanian yang sering memicu inflasi. Karena, BUMD juga pasti diuntungkan karena barang yang ditampung merupakan kebutuhan sehari-hari yang pasarnya pasti tetap ada.” Kata Difi dalam jumpa pers, Rabu, (25/1/17).

“Daerah-daerah yang produsennya banyak dan konsumennya banyak harus ada lembaga badan untuk menstabilkan komoditas tertentu seperti Bulog yang menstabilkan tiga komoditas,” tambahnya.

Namun dijelaskan Difi Ahmad, bahwa kewenangan Bulog masih terbatas di beberapa komoditi, seperti padi, jagung dan kedelai. Dan, sebagai Kepala Perwakilan BI Jatim yang baru, Difi akan berkonsentrasi mendorong pertanian di Jatim dengan beberapa program.

“Dengan adanya BUMD Pangan, komoditas lainnya seperti cabai, bawang dan bahan makanan yang lain bisa dicover pasokannya,” terang Difi. (Tls)

Add a Comment