Bersama Perbankan Jatim, BI Luncurkan Kartu Berlogo GPN

Surabaya (wartasas.com) – Meluasnya the internet of things seperti e-commerce, financial technology dan jasa transportasi berbasis aplikasi menyebabkan kebutuhan akan sistem pembayaran yang aman, efisien, lancar, dan andal terus meningkat, khususnya wilayah Jawa timur.

Hal ini disikapi langsung oleh Perwakilan Bank Indonesia Prov Jatim dengan menggandeng Perbankan Jawa Timur kembali mengadakan sosialisai sistem pembayaran modern berbasis aplikasi Kartu Berlogo Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) pada Selasa, 08 Mei 2018 di Surabaya.

Tampak turut hadir dalam sosialisasi Kartu Berlogo GPN, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Prov Jatim Difi Ahmad Johansyah dan Dirut BPD Jatim Soeroso serta Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Yudi Harymukti.

Dalam paparannya, Difi Ahmad Johansyah menyampaikan bahwa, berbagai inovasi terkait cara dan sarana pembayaran marak ditawarkan untuk mempermudah, mempermurah dan mempercepat proses bertransaksi.

“Mempertimbangkan dinamika perubahan yang bersifat cepat dan menyeluruh di bidang sistem pembayaran, BI menyusun Blueprint Pengembangan Sistem Pembayaran Indonesia dengan menghadirkan Kartu Berlogo GPN,” kata Difi dalam paparannya di acara sosialisasi Kartu Berlogo GPN, Selasa, (08/05/18).

“Diluncurkannya GPN merupakan momentum penting dalam implementasi Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia. GPN menjadi terobosan dalam menghilangkan fragmentasi melalui interkoneksi dan interoperabilitas antar Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran,” tambahnya.

Dijelaskan juga bahwa, sebagai kelanjutan dari launching Gerbang Pembayaran Nasional pada tanggal 4 Desember 2017, maka pada 3 Mei 2018 lalu, Bank Indonesia bersama dengan Kementerian BUMN, Kementerian Sosial, OJK dan Perbanas meluncurkan Kartu Berlogo Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) sebagai wujud interoperabilitas (saling dapat dioperasikan) secara penuh dalam ekosistem pembayaran retail.

“GPN menjadi langkah terobosan dalam rangka menghilangkan fragmentasi layanan pembayaran retail sehingga masyarakat dapat mengakses layanan sistem pembayaran yang lebih efisien melalui interkoneksi dan interoperabilitas,” terang Difi.

Ditempat yang sama, Yudi Harymukti, Deputi Kepala Perwakilan BI Prov. Jatim juga menyampaikan, melalui GPN, sistem pembayaran Indonesia ke depan akan mencakup semua layanan, lebih inklusif, mudah, efisien, serta selalu terjaga keamanannya.

“GPN mewujudkan interoperabilitas uangelektronik sehingga seluruh uang elektonik dapat digunakan untuk pembayaran di setiap ruas jalan tol. Nantinya, 1 merchant akan membutuhkan lebih sedikit EDC dan satu mesin EDC akan dapat memproses seluruh jenis kartu,” ungkap Yudi.

Penggunaan kartu berlogo GPN memberikan kemanfaatan bagi masyarakat luas. Masyarakat dapat menggunakan kartu ATM/debet dengan logo GPN di seluruh ATM dan terminal pembayaran dalam negeri. Masyarakat dapat bertransaksi menggunakan kartu berlogo GPN dengan biaya lebih rendah.

“Bahkan, khusus bagi penerima bantuan sosial pemerintah, tidak dikenakan biaya pada saat melakukan pencairan. Sementara bagi bank, kehadiran GPN dapat memperluas akseptasi nasabah melalui kemudahan akses terhadap seluruh kanal pembayaran,” pungkasnya.

Sedangkan, Direktur Utama BPD Jatim Soeroso menambahkan, bahwa, Bank tidak perlu berkompetisi dalam menyediakan infrastruktur kanal pembayaran, sehingga dapat lebih leluasa dan fokus dalam meningkatkan kualitas layanan kepada nasabahnya.

“Perbankan pun telah menyatakan kesiapannya untuk meluncurkan kartu berlogo GPN. Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur telah mendapatkan izin Bank Indonesia untuk mengeluarkan tiga jenis kartu berlogo GPN,” urai Soeroso. (Tls)