Rektor ITS : Menang atau Kalah Bukan Tujuan Utama, Namun Terus Berusaha Menjadi yang Terbaik Itu yang Utama

Surabaya (wartasas.com) – Tidak saja menciptakan generasi muda yang cerdas dan memiliki ilmu teknologi modern, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya juga mampu memberikan nama baik dan harum bagi Indonesia di kancah International.

Kali ini, ITS Surabaya kembali berkesempatan menunjukkan prestasi terbaiknya di ajang internasional. Melalui Tim Ichiro, Sapuangin dan Roboboat Barunastra ITS Surabaya akan unjuk diri di kompetisi internasional di tiga negara yang berbeda.

Dalam acara pelepasan ketiga Tim kebanggaan ITS sekaligus uji coba kehebatan Tim pada Selasa, 05 Juni 2018, dilakukan langsung oleh Rektor ITS, Prof Ir Joni Hermana MSc ES PhD, di Gedung Rektorat ITS.

Rektor ITS, Prof Ir Joni Hermana dalam sambutannya, mengungkapkan rasa bangganya terhadap mahasiswa mahasiswa ITS Surabaya yang kreatif, cerdas dan berbakat. Sehingga, mampu memberikan nama baik tidak saja bagi ITS Surabaya tapi juga membawa nama bangsa Indonesia.

“Dengan keberangkatan ketiga Tim ITS untuk mengikuti kompetisi internasional di tiga Negara, menunjukkan bahwa, bangsa Indonesia juga memiliki generasi muda yang patut dibanggakan,” ucap Joni dalam sambutannya, Selasa, (05/06/18).

“Kami disini mendoakan yang terbaik buat Tim ITS. Semoga, berangkat dan kembali ke Tanah Air dengan selamat. Serta, mampu membawa nama baik bangsa Indonesia. Menang ataupun kalah, bukan tujuan utama, tapi keberanian untuk terus berusaha menjadi yang terbaik itulah yang utama. Saya yakin dan optimis bahwa Tim ITS akan melakukan yang terbaik,” tambahnya.

Dijelaskan juga, bahwa, Tim Sapuangin yang sudah berturut-turut menjadi juara Asia Pasifik, Tim Ichiro yang pernah meraih juara umum di ajang FIRA HUROCUP 2016 di Taiwan, dan Tim Barunastra dengan capaian juara tiga dalam Annual International Roboboat Competition di Amerika Serikat pada dua tahun silam.

“Kini sudah saatnya ketiga Tim tersebut layak menjadi juara dunia,” tandas guru besar Teknik Lingkungan ini saat memberikan sambutan pelepasan tim.

Mengenai kompetisi yang ditandingkan nanti, tim Barunastra dengan kapal autonomous Nala Heroes akan berlaga di Florida, Amerika Serikat (AS) di ajang 11th Annual International Roboboat Competition, 18 – 24 Juni mendatang. Tim Ichiro sendiri dengan robot soccer-nya  bersiap untuk bertanding di ajang RoboCup 2018 di Montreal, Kanada pada 15 – 22 Juni nanti.

“Sedangkan, Tim Sapuangin dengan mobil hemat energinya akan berkompetisi pada Drivers’ World Championship Grand Final (DWC) yang dilaksanakan di London, Inggris pada 8 Juli mendatang,” terang Joni.

Ditempat yang sama, Rudy Dikairono ST MT, dosen pembimbing tim Barunastra menuturkan bahwa, terkait teknisnya, kapal Nala Heroes yang tanpa awak tersebut dipersiapkan Tim Barunastra untuk menyelesaikan misi yang ada dengan menggunakan berbagai macam sensor di antaranya ada SRF yang berguna sebagai sensor jarak, kamera untuk menangkap gambar sekitar, serta digunakan dua buah GPS untuk hasil navigasi yang lebih akurat.

“Misi yang harus dicapai yaitu kapal harus bisa mengikuti bendera yang dijalankan dengan menggunakan sensor tersebut, jadi untuk menggerakan kapal tidak menggunakan remote sama sekali,” ungkap Rudy.

Sementara itu, untuk mobil Sapuangin juga telah dilakukan pengembangan dari segi kualitas mobil seperti memperbaiki rasio dan transmisi untuk menyesuaikan mobil dengan kondisi cuaca dan iklim di London. “Sedangkan dari segi nonteknis yakni persiapan dokumen dan hal-hal yang diperlukan baik pra, saat, maupun pascakeberangkatan agar perjalanan tim dapat berjalan secara maksimal,” jelas Dr Ir Atok Setyawan M Eng Sc, dosen pembimbing nonteknis Tim Sapuangin.

Lain halnya dengan Tim Sapuangin dan Barunastra, Tim Ichiro akan menandingkan robot sepakbola yang mampu berjalan otomatis serta melakukan pengembangan dengan menambahkan kamera, sensor orientasi pada robot.

“Penambahan kamera ini dimaksudkan agar bisa mempermudah robot untuk mendeteksi posisi bola dan gawang,” tutur Muhtadin ST MT, dosen pembimbing tim Ichiro.

Untuk sensor, menurut dosen Teknik Komputer ITS ini, orientasinya sendiri digunakan untuk mendeteksi arah gawang, arah bola, arah lawan dan juga arah kawan.

“Di mana selain menendang dan menggiring bola, robot juga dapat berkomunikasi satu sama lain dalam satu tim untuk memberikan informasi terkait bola dan gawang, serta agar robot tidak rebutan bola dalam satu tim,” pungkasnya. (Tls)